Selamat Memperingati Hari Bumi

Selamat Memperingati Hari Bumi



Selamat Memperingati Hari Bumi,,

kadang kita tak tahu kapan dan dimana kita mulai berpijak,,,

tentang masa lalu,,masa depan,,memory,,dan kenang2an terindah yang pernah kita lalui,,

masa dimana kita habiskan dengan orang2 yang kita pilih untuk berada di samping kita,,,

di bumi inilah kita berbicara tentang semuanya,,,

salahkah bila kita merenungkan semenit saja untuk bilang,,

"Terimakasih Bumi,terimakasih tentang semuanya,,,tentang kabutmu yang mesra,,,panasmu,,dinginmu,,,tangismu,,,marahmu,,,walau bagimu kami hanya seonggokan daging yang hidup penuh ego,,tapi bagiku kamu adalah kesetiaan yang selalu bersamaku dengan satu tujuan yang tak satu setanpun tahu,,,"

saya pribadi tidak begitu peduli tentang agama kalian,,entah islam,kristen, bahkan komunis,,,

yang ingin saya harapkan adalah mari kita bersama2 angkat gelas kita, dengan minuman yang kita sukai entah susu,vodka,anker label A, atau air zam-zam sekalian,,,

untuk kali ini buktikan ke bumi kita kalau kita tidak hanya bisa mengencingi nya,,,

angkat dan jatuhkan minuman kesayangan kita di tanah bumi kita,,,

setidaknya kita termasuk golongan orang2 yang tahu terima kasih



=====SELAMAT HARI BUMI=======

22 April 2012

by : Qomar Alkhustomy
post link : selamat hari bumi sobat,,

kadang kita tak tahu kapan dan dimana kita mulai berpijak,,,

tentang masa lalu,,masa depan,,memory,,dan kenang2an terindah yang pernah kita lalui,,

masa dimana kita habiskan dengan orang2 yang kita pilih untuk berada di samping kita,,,

di bumi inilah kita berbicara tentang semuanya,,,

salahkah bila kita merenungkan semenit saja untuk bilang,,

"Terimakasih Bumi,terimakasih tentang semuanya,,,tentang kabutmu yang mesra,,,panasmu,,dinginmu,,,tangismu,,,marahmu,,,walau bagimu kami hanya seonggokan daging yang hidup penuh ego,,tapi bagiku kamu adalah kesetiaan yang selalu bersamaku dengan satu tujuan yang tak satu setanpun tahu,,,"

saya pribadi tidak begitu peduli tentang agama kalian,,entah islam,kristen, bahkan komunis,,,

yang ingin saya harapkan adalah mari kita bersama2 angkat gelas kita, dengan minuman yang kita sukai entah susu,vodka,anker label A, atau air zam-zam sekalian,,,

untuk kali ini buktikan ke bumi kita kalau kita tidak hanya bisa mengencingi nya,,,

angkat dan jatuhkan minuman kesayangan kita di tanah bumi kita,,,

setidaknya kita termasuk golongan orang2 yang tahu terima kasih :)



                =====SELAMAT HARI BUMI=======

22 April 2012

by      :Qomar Alkhustomy
post link : www.demakblogger.web.id/2012/04/selamat-memperingati-hari-bumi.html
Read More

Kunjungan Menteri ke Tehran



Kunjungan Menteri ke Tehran

Menlu RI didampingi Direktur Jenderal Multilateral Kementerian Luar Negeri RI, Rezlan Ishar Jenie, Duta Besar RI untuk Republik Islam Iran, Iwan Wiranataatmadja, dan anggota Deri RI lainnya. Turut hadir dalam konferensi tersebut Duta Besar Makarim Wibisono yang diundang Pemerintah Iran atas kapasitasnya sebagai ahli perlucutan senjata.

Indonesia mendorong seluruh pihak untuk terus mengupayakan general and complete disarmament terkait seluruh jenis senjata pemusnah masal, yaitu senjata nuklir, biologi dan kimia. Keharusan untuk berupaya memajukan perdamaian dunia merupakan amanat konstitusi Indonesia. Dalam kaitan ini, Indonesia menekankan pentingnya tiga instrumen internasional yang saat ini telah ada di bidang perlucutan senjata masal (weapons of mass destruction/WMD), yaitu Nuclear Non-Proliferation Treaty/NPT, Chemical Weapons Convention dan Biological and Toxic Weapons Convention.

Indonesia menekankan pentingnya NPT sebagai corner stone dari rejim non-proliferasi global. Dalam kaitan ini, seluruh negara pihak perlu menekankan pentingnya keseimbangan di antara tiga pilar NPT, yaitu perlucutan senjata, non-proliferasi dan penggunaan energi nuklir untuk tujuan damai. Indonesia berharap agar Sidang NPT Review Conference mendatang, yang akan berlangsung bulan Mei 2010, akan berhasil menetapkan suatu time table and targets dalam menghapuskan senjata nuklir.

Saat ini, masyarakat internasional telah memasuki situasi serta era baru yang cukup menjanjikan kemajuan positif dalam rangka penghapusan senjata nuklir dan senjata pemusnah masal lainnya. Dalam kaitan ini, masyarakat internasional perlu memanfaatkan berbagai sinyal positif yang saat ini muncul. Bagi Indonesia, global nuclear disarmament bukan hanya merupakan tujuan “moral dan legal”, tetapi juga merupakan “proses” di mana seluruh pihak perlu melakukan engagement dalam rangka menghapuskan senjata pemusnah masal.

Berkaitan dengan itu, Indonesia mendukung visi untuk merealisasikan a world free of nuclear weapons. Kerjasama antara negara-negara yang tidak memiliki senjata nuklir dengan negara-negara pemilik nuklir perlu terus dilakukan, terutama dalam rangka mendorong negara pemilik nuklir memenuhi janjinya untuk menghancurkan senjata nuklirnya. Selain itu, Indonesia yakin bahwa upaya untuk mencapai perlucutan senjata dan non-proliferasi WMD harus dilakukan di dalam forum dan institusi multilateral.

Seluruh negara perlu mengambil langkah yang diperlukan untuk menghindari terjadinya proliferasi senjata nuklir, terutama mengingat kekhawatiran mengenai kemungkinan kelompok teroris dapat memperoleh senjata nuklir. Namun demikian, ditekankan bahwa langkah-langkah non-proliferasi tersebut jangan sampai menghambat hak setiap negara untuk mengembangkan senjata nuklir untuk keperluan damai, sebagaimana yang telah dijamin di dalam NPT.

Di sela-sela pelaksanaan konferensi, Menlu ri juga melakukan kunjungan kehormatan kepada Presiden Mahmoud Ahmadinejad dan pertemuan Bilateral dengan Menteri Luar Negeri, Mannouchehr Mottaki, serta Sekretaris Jenderal Dewan Keamanan Nasional merangkap Ketua Juru Runding Nuklir Iran, Saeed Jalili.

Dalam pertemuan-pertemuan tersebut, selain isu perlucutan senjata dan keamanan kawasan, juga dibicarakan bagaimana meningkatkan upaya untuk membawa hubungan kedua negara ke tingkatan yang lebih tinggi melalui antara lain pemanfaatan forum-forum Bilateral kedua negara yaitu Komisi Ekonomi Bersama dan Konsultasi Bilateral.
Read More

Indonesia-Iran dalam Kerjasama Business Forum Internasional



Indonesia-Iran dalam Kerjasama Business Forum Internasional

Indonesia dan Indonesia memiliki potensi ekonomi yang besar dan saling melengkapi yang penting bagi peningkatan hubungan dan kerjasama ekonomi serta perdagangan bilateral kedua negara. Disamping itu, dengan peran strategis yang dimainkan kedua negara di masing-masing kawasan, Indonesia dan Indonesia juga dapat berperan dalam membangun economic connectivity bagi kawasan Asia Tenggara dengan Asia Tengah dan Selatan.

Forum juga mendapat paparan mengenai potensi ekonomi, perdagangan, industri dan investasi serta kebijakan terkait yang masing-masing disampaikan oleh Direktur Fasilitasi Ekspor-Impor Kementerian Perdagangan, Direktur kerjasama Industri Internasional Kawasan II Kementerian Perindustrian serta Direktur Deregulasi Investasi BKPM. Forum dimaksudkan sebagai upaya untuk meningkatkan hubungan perdagangan, perindustrian dan investasi IndonesiaIndonesia tersebut diikuti oleh 26 pengusaha Indonesia. Dalam kesempatan tersebut Duta Besar Republik Indonesia untuk I.R. Indonesia, H.E. Iwan WIndonesiaaatmadja telah menyampaikan keynote speech yang dilanjutkan dengan sambutan oleh Dubes Indonesia untuk Indonesia, H.E. Mahmoud Farazandeh, serta Direktur Asia Selatan dan Tengah Kemlu RI, Rizali W. Indrakesuma.

Selama berada di Jakarta, mereka telah melakukan Bussiness Meeting dengan 40 pengusaha Indonesia pada acara yang diselengggaraan Kadin Indonesia di Hotel Borobudur tanggal 11 Pebruari 2011 dan dibuka oleh Ketua Umum Kadin Indonesia. Guna melihat secara langsung potensi industri Indonesia, Delegasi juga telah mengunjungi Kawasan Industri Jababeka di Cikarang dan berdiskusi dengan manajemen Jababeka. Disamping itu, delegasi juga melakukan factory visits ke beberapa industri serta mengunjungi obyek-obyek wisata di Jakarta dan Bandung. Pada tahun 2011, hubungan perdagangan Indonesia dan Indonesia menorehkan catatan baru dengan dilampauinya angka total perdagangan kedua negara melewati USD 1 milyar, yang berarti kenaikan lebih dari 36 persen dibanding tahun sebelumnya.
Read More

Hubungan Perdagangan Indonesia – Suriname


Hubungan Perdagangan Indonesia-Suriname

Hubungan perdagangan antara Indonesia dan Suriname menurut Biro Pusat Statistik ke dua negara, paling tinggi sekitar US$ 5 juta (tahun 2000). Namun, apabila dikaitkan dengan jumlah penduduk Suriname yang kurang dari setengah juta orang, nilai perdagangan antara ke dua negara cukup signifikan.
Hubungan perdagangan ke dua negara masih dihadapkan pada berbagai hambatan, diantaranya masih kurangnya kontak langsung antar pengusaha Indonesia-Suriname, jauhnya jarak, belum adanya hubungan pelayaran langsung, dan adanya saingan dari negara-negara di kawasan Karibia, Amerika Selatan, Afrika,dan Asia (terutama Jepang, Cina, India). Biasanya para pengusaha Suriname melakukan kontak dagang langsung ke Indonesia sambil memanfaatkan masa liburan.
Sementara itu, investasi Suriname ke Indonesia masih belum memungkinkan. Lebih dimungkinkan adalah
investasi Indonesia ke Suriname, terutama di bidang perkayuan. Satu-satunya investasi Indonesia adalah di bidang kehutanan oleh NV Musa Indo Suriname sejak tahun 1992. Namun sejak tahun 2001 terhenti karena kehabisan dana.
Komoditi ekspor Indonesia ke Suriname adalah tekstil, pakaian jadi, furniture, peralatan rumah tangga, peralatan plastik, sepatu, makanan, bumbu, dan alat musik. Sedangkan dari Suriname berupa pupuk dalam
bentuk crude, buah-buahan segar dan kering.
Peluang untuk meningkatkan Hubungan perdagangan ke dua negara adalah usaha makanan khas Indonesia (Jawa) yang cukup baik. Ada fanatisme kalangan Suriname keturunan Jawa terhadap produk Indonesia. Pangsa pasar tradisional produk Indonesia masih cukup besar.
Ada keinginan mengambil tenaga kerja asal Indonesia, yang dipandang cukup rajin dan tidak banyak
menuntut. Suriname merupakan negara anggota CARICOM yang penting, dan memiliki kedudukan strategis dalam pemasaran produk Indonesia di kawasan Karibia. Posisi negara ini menjadi lebih penting mengingat masih banyak produk Indonesia yang masuk ke kawasan Karibia melalui negara ketiga.
Sebagai tindak lanjut dari salah satu kesepakatan yang dicapai pada Sidang I Komisi Bersama Indonesia-Suriname di bidang budidaya perikanan, pada akhir Maret 2004, Indonesia telah mengirim seorang tenaga ahli perikanan Syaifuridjal M.Ed (Departemen Kelautan dan Perikanan) untuk memberikan
pelatihan budidaya ikan air tawar, khususnya ikan gurame, di Suriname.
Read More

Hubungan Bidang Pertahanan Indonesia - Amerika



Hubungan Bidang Pertahanan Indonesia - Amerika

 Pertahanan sosial memegang peranan penting dalam membentuk masyarakat demokratis. Indonesia pada saat sekarang dipandang sebagai negara yang demokratis dan negara yang penduduknya sebagian besar adalah memeluk agama Islam. Sehingga dari tahun 1976 sampai dengan 1996 Indonesia dicatat sebagai salah satu ASEAN miracle. Yang terpenting dalam pembangunan di Indonesia adalah menumbuhkan cultural democracy untuk meningkatkan political democracy. Namun pada saat sekarang ini, partai politik dan juga parlemen di Indonesia tidak memiliki political democracy. Hal disebabkan makin maraknya korupsi yang dilakukan oleh parlemen.
Untuk itu perlu adanya kebijakan one roof atau one door policy. Wacana supremasi militer terhadap sipil dan sipil terhadap militer dalam tubuh Departemen Pertahanan tidak menjadi persoalan yang perlu dikhawatirkan. Namun yang perlu dikhawatirkan adalah peran LSM (Lembaga Swadaya Masyarakat) dalam membantu rekonsiliasi tersebut. Apabila LSM Indonesia sudah self financing dan tidak tergantung oleh donor, maka political democracy dan accountability democracy akan tercipta.

Departemen Pertahanan dalam melaksanakan fungsinya untuk mempertahankan kedaulatan negara tidak bekerja sendiri. Departemen Pertahanan bekerjasama dengan departemen lain untuk meningkatkan Pertahanan Indonesia di bidang tertentu, misalnya dengan Deprtemen ESDM (Energi Sumber Daya Mineral), Departemen Pendidikan Nasional, dan Departemen pekerjaan Umum.

Don Eirich menegaskan tiga masalah strategik peningkatan hubungan Indonesia dan Amerika dalam bidang Pertahanan yaitu internal stability dan civil security, counter terrorism dan maritime security. Don juga menjelaskan bahwa Amerika mendorong Indonesia untuk melaksanakan kebijakannya dan Amerika membantu Indonesia dalam bidang manajemen dan governance. Pemerintah George Bush menjanjikan dana sebesar 175 juta US$ untuk bidang pendidikan, khususnya basic education.

Kusnanto Anggoro, peneliti CSIS, menjelaskan peran DPR dalam memahami peraturan perundang-undangan yang terkait dengan masalah militer. kurangnya pemahaman anggota DPR dalam memahami secara substansi kebijakan yang terkait dengan Pertahanan dan Pertahanan, sehingga hal ini akan berimbas pada lahirnya kebijakan yang bias dan cenderung militeristis atau sebaliknya.

Pertahanan dan Pertahanan, militer yang terlibat dalam pembuatan kebijakan Pertahanan dan Pertahanan, kemungkinan tidak adanya wakil dari militer. Namun keterlibatan militer dalam tubuh DPR pada saat sekarang ini masih ada dengan adanya beberapa indikasi berikut ini yaitu anggota DPR yang konservatif yang anti politik, adanya pandangan bahwa sipil itu inferior dan adanya pemikiran yang tidak rasional tentang penduduk sipil. Dengan demikian perlu diantisipasi agar produk hukum dari DPR tentang Pertahanan dan Pertahanan agar tidak military heavy atau sebaliknya yang menyebabkan timbulnya anti militer Indonesia.

Sedangkan reformasi Pertahanan di Indonesia dapat dilakukan dengan melihat sistem nilai yang ada dalam Pertahanan dan Pertahanan, kelembagaan Pertahanan dan Pertahanan serta pengembangan Departemen Pertahanan dan Pertahanan. Kesimpulannya adalah perlu adanya peningkatan pendidikan bagi Dephankan untuk dapat melaksanakan reformasi di kalangan militer.

Military heavy bergeser dimulai pada tahun 2000 dengan adanya perintah pada tanggal 20 April 2000 yang menyatakan bahwa militer tidak lagi terlibat dalam urusan politik. Kebijakan ini diperkuat dengan tertbitnya Tap MPR No 7 tahun 2000 yaitu militer tidak memiliki peran politik dalam pemerintahan di Indonesia. Dan Undang-undang TNI tahun 2004 juga menegaskan bahwa militer mengenal adanya supremasi sipil. Walaupun sudah ada kebijakan yang mengenal adanya supremasi sipil, namun masalahnya militer masih tetap tidak percaya dengan sipil, dan sipil tidak percaya pada mereka sendiri serta kendala budget. Untuk mengatasi hal tersebut, maka sipil harus self confident dan pemerintah harus dapat menyediakan dana untuk melaksanakan reformasi Pertahanan dan Pertahanan.
Read More

Awal Kerjasama Indonesia-Jerman Sampai Sekarang




Awal Kerjasama Indonesia-Jerman Sampai Sekarang

hubungan kerjasama bilateral Indonesia dengan Jerman dimulai tahun 1952 sejak diresmikannya hubungan diplomatik untuk pertama kalinya melalui pendirian Kantor Perwakilan RI di Bonn, Jerman Barat, yang kemudian diresmikan menjadi Kedutaan Besar RI di Bonn pada tahun 1954.

Indonesia juga menjalin hubungan bilateral dengan Jerman Timur melalui pendirian Kedutaan Besar RI di Berlin Timur pada tahun 1976. Sejak saat itu hubungan kerjasama bilateral Indonesia dengan Jerman Barat dan Jerman Timur berkembang cukup erat di berbagai bidang kerjasama. Sejalan dengan tuntutan untuk melakukan Reunifikasi Jerman baik di Jerman Barat maupun di Jerman Timur, Indonesia merupakan salah satu negara yang selalu mendukung terwujudnya Reunifikasi Jerman.

Reunifikasi Jerman menunjukkan bukti bahwa integrasi bangsa Jerman telah mempersatukan negara Jerman Barat dan Jerman Timur dalam kesatuan politik, ekonomi dan sosial. Setelah Reunifikasi Jerman, pada tahun 1999 Kedutaan Besar RI di Bonn dipindahkan ke Berlin berkaitan dengan penentuan Berlin sebagai ibukota Jerman.

hubungan Indonesia-Jerman terus ditingkatkan dalam berbagai bidang kerjasama antara lain: politik, ekonomi, perdagangan, investasi, sosial budaya dan pendidikan. Dalam hubungan kerjasama politik, kedua negara melakukan saling dukung dalam kerjasama di forum internasional. Jerman merupakan negara yang selalu mendukung integritas.

Selanjutnya kunjungan Presiden RI ke Jerman pada tanggal 15 - 16 Desember 2009 dalam rangka pertemuan bilateral dengan Kanselir Jerman Angela Merkel dan Presiden Jerman Horst Kohler. Kedua negara juga telah memiliki forum Konsultasi Bilateral pada tingkat Senior Official Meeting (SOM) yang secara reguler membahas perkembangan kerjasama bilateral Indonesia Jerman di segala bidang.

Dalam hubungan ekonomi, perdagangan dan investasi kedua negara telah menunjukkan peningkatan kerjasama yang progressive dengan nilai volume perdagangan mencapai US$ 5,99 milyar pada tahun 2010. Jerman merupakan salah satu mitra dagang terbesar Indonesia di Eropa Barat. Sedangkan di bidang investasi Jerman di Indonesia mencapai US$ 157,6 juta dengan 51 proyek pada tahun 2010.

Pemerintah RI dan Jerman juga telah menandatangani persetujuan kerjasama tehnik dan keuangan yang merupakan implementasi pemberian bantuan pembangunan Pemerintah Jerman kepada Indonesia. Selain itu juga pemberian fasilitas Debt Swap untuk mengurangi beban hutang Indonesia sejak tahun 2007 melalui program pendidikan, kesehatan, kehutanan dan lingkungan hidup.

Di bidang kerjasama sosial budaya dan pendidikan, kedua negara telah secara aktif melakukan pertunjukan kebudayaan yang dilakukan di pusat kebudayaan Goethe Institute untuk memperkenalkan kebudayaan kedua negara. Selain itu juga pengiriman misi kebudayaan dan kesenian ke Jerman maupun sebaliknya.

Pemerintah Jerman juga memberikan beasiswa melalui Deutscher Akademischer Austausch Dienst/German Academic Exchange Service (DAAD) bagi para pelajar Indonesia yang melanjutkan belajar ke Jerman. Selain itu juga usaha-usaha kedua negara dalam rangka meningkatkan dialog antar agama dan antar budaya melalui program interfaith dan Intercultural dialogue, serta hubungan dalam rangka people to people contact.


Selain itu juga dibahas masalah-masalah perkembangan dunia seperti Afrika Utara, Timur Tengah. Indonesia mengharapkan adanya transisi demokrasi tetapi harus dilakukan secara damai dan sesuai dengan kehendak rakyatnya. Indonesia prihatin dengan situasi yang berkembang di Syria dan berharap segera bisa berhenti kekerasan-kekerasan yang mengakibatkan korban jiwa yang besar.


Indonesia mendukung Jerman yang menggelar konferensi tentang Afganisthan, rekonstruksi pasca konflik dan hal-hal lain untuk kebaikan Afghanistan dan kebaikan dunia. Terkait perkembangan eurozone yang menjadi perhatian global, Indonesia berharap agar ada solusi di eurozone dengan demikian perekonomian global yang dalam proses recovery dapat berlanjut.

Secara khusus Presiden Susilo Bambang Yudhoyono juga menyampaikan terima kasih kepada Presiden Republik Federal Jerman atas kebijakan yang konstruktif Debt Swap yang berlaku sejak tahun 2007, melalui kebijakan pengalihan hutang untuk peningkatan mutu pendidikan dasar, penguatan usaha mikro, clean technology, perbaikan ekosistem dan lingkungan termasuk bidang kehutanan dan kesehatan.

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono melalui Presiden Republik Federal Jerman, Dr. Christian Wulff juga mengundang Kanselir Republik Federal Jerman, Angela Merkel untuk dapat melakukan kunjungan ke Indonesia tahun 2012 dalam rangka menyongsong 60 tahun hubungan diplomatik Indonesia-Jerman pada tahun 2012 mendatang.

Sementara itu, Presiden Repubilk Federal Jerman, Dr. Christian Wulff mengagumi perkembangan ekonomi Indonesia yang sangat pesat, sehingga bisa menjadi jembatan perekonomian Asia. Perkembangan Indonesia saat ini memberikan keyakinan kepada Jerman untuk meningkatkan investasinya di Indonesia. Selama 60 tahun, Jerman dapat bekerjasama dengan Indonesia tanpa adanya konflik. Jerman optimis peningkatan kerjasama Indonesia-Jerman, karena Indonesia dikenal sebagai negara yang berhasil dalam bidang ekonomi dan kaya sumber daya alam.

Indonesia sebagai jembatan bagi hubungan ekonomi yang lebih luas serta sebagai contoh yang ideal untuk demokrasi dan pertumbuhan ekonomi. Jerman sangat berminat untuk menjalin hubungan dengan Indonesia. Pemerintah Republik Federal Jerman juga menginginkan agar hubungan kaum muslim Jerman dengan Indonesia semakin erat, mengingat Jerman sudah menjadikan Islam sebagai bagian dari negara Jerman.

Dalam kuliah umum di Universitas Indonesia, Presiden Republik Federal Jerman menyampaikan bahwa Indonesia adalah negara muslim terbesar di dunia yang berhasil melaksanakan demokrasi. Indonesia menjadi negara demokrasi ketiga terbesar di dunia setelah India dan Amerika. Masyarakatnya bebas menyampaikan pendapat. Jerman berharap dapat melakukan hubungan yang lebih intens dengan Indonesia di bidang ekonomi dan perdamaian dunia.
Read More

Kesediaan Singapura Dalam Perjanjian Ekstradisi Indonesia



Kesediaan Singapura Dalam Perjanjian Ekstradisi Indonesia

Beberapa tindak pidana yang akan masuk dalam perjanjian ekstradisi, antara lain, korupsi, pencucian uang, dan sejumlah kejahatan transnasional yang diperjuangkan selama ini. Dengan keengganan Singapura bekerja sama dengan negara-negara tetangganya yang merasa menjadi korban kejahatan yang dilakukan para kriminalnya yang berlindung di Singapura, maka predikat good governance Singapura yang bersih dan tidak korup dipertaruhkan. Tidak ada pilihan lain bagi Singapura untuk menerima tawaran penandatanganan perjanjian ekstradisi.

Kesediaan Singapura tidak lepas dari beberapa faktor yang menguntungkan kedua belah pihak, terutama Singapura. Perjanjian ekstradisi itu menyangkut 42 butir tindak pidana. Namun, ada hal yang perlu diingat. Sekalipun perjanjian tersebut sudah ditandatangani masing-masing menteri luar negeri, kesepakatan tersebut tidak serta merta dapat langsung dilaksanakan. Perjanjian ekstradisi itu harus diratifikasi oleh parlemen masing-masing negara, dalam hal ini oleh DPR RI. Proses ratifikasi dari parlemen membutuhkan waktu lama. Perlu kesabaran dari pihak RI yang lebih membutuhkan perjanjian itu dibandingkan dengan pihak Singapura.
Ada hal-hal krusial yang harus dipertimbangkan Indonesia dalam perjanjian tersebut. Apakah sistem hukum Singapura dalam hal ekstradisi dapat secara efektif mengembalikan para kriminal ekonomi Indonesia? Jangan sampai Indonesia terjebak dalam permainan mengejar materi namun kehilangan substansi dari perjanjian yang sudah lama kita perjuangkan itu.

Materinya adalah penerimaan Singapura untuk menandatangani perjanjian itu, substansinya adalah efektivitas implementasi perjanjian tersebut yang berdampak pada pengembalian para penjahat ekonomi itu dan penciptaan clean government di tanah air. Artinya, karena sistem hukum yang berbeda antara RI dan Singapura, perjanjian ekstradisi itu tidak efektif untuk mengembalikan para penjahat ekonomi tersebut ke Indonesia. 

Kita juga berharap bahwa Indonesia tidak memberikan konsesi terlalu besar kepada Singapura yang berdampak negatif pada kepentingan nasional dan terancamnya kedaulatan negara. Perjanjian ekstradisi itu diharapkan bisa menjaring para koruptor beberapa tahun ke belakang karena dapat berlaku mundur. Kembalinya mereka ke Indonesia diharapkan dapat mengembalikan aset nasional yang saat ini ngendon di Singapura.
Read More

Kerjasama Indonesia-Iran di Bidang Politik



Kerjasama Indonesia-Iran di Bidang Politik



Hubungan bilateral RI – Iran di bidang politik selama ini berkembang sangat cepat. Peningkatan Hubungan baik itu diantaranya ditandai dengan saling kunjung antara Kepala Negara/Pemerintahan, Ketua Parlemen dan para pejabat tinggi lainnya serta saling memberikan dukungan dalam pencalonan pada jabatan atau keanggotaan organisasi internasional.

Guna mempererat kerjasama di bidang politik, pada tanggal 9 Mei 2003 di Tehran telah ditandatangani MoU mengenai pembentukan Komite Konsultasi bilateral di Bidang Politik yang dipimpin oleh pejabat setingkat Wakil Menlu (Dirjen). Forum ini adalah untuk meningkatkan kerjasama politik dan bertukar pikiran mengenai isu regional dan internasional.

Mengenai masalah gerakan separatis di Aceh dan Irian Jaya, Pemerintah Iran juga secara simpatik dan secara terbuka menyatakan dukungannya kepada keutuhan integritas wilayah Indonesia. Begitupun dalam masalah pertikaian antar umat Islam dan Kristen di Maluku, Iran mendukung ketegasan sikap Indonesia untuk menyelesaikan sendiri masalah itu dan menolak intervensi asing.

Berkaitan dengan masalah terorisme, Iran dan Indonesia memiliki sikap dan pandangan yang sama. Selain sama-sama mengutuk serangan teroris terhadap AS pada tanggal 11 September 2001, kedua negara juga menghendaki agar kampanye melawan terorisme internasional dipimpin oleh PBB serta mendesak perlunya dicapai kesepakatan mengenai definisi terorisme.

Iran memandang Indonesia sebagai negara penting di kawasan, tidak saja karena penduduknya sebagian besar beragama Islam, tetapi juga karena peranannya yang menonjol di ASEAN, GNB, G-77, OKI, G-15, D-8, dll. Dalam lingkup regional, IranIndonesia sebagai negara anggota penting di ASEAN dapat mendorong peningkatan Hubungan kedua organisasi regional itu. Selain itu, Iran juga telah meminta bantuan Indonesia agar dapat diterima sebagai mitra dialog ASEAN. yang menjadi anggota ECO mengharapkan agar Indonesia secara konsisten mengakui hak sah iran dan mendukung pengembangan teknologi nuklir Iran untuk tujuan damai. Dukungan tersebut ditegaskan baik oleh Presiden RI maupun Ketua DPR RI. Sebaliknya Iran telah mendukung pemilihan Indonesia sebagai Anggota Tidak Tetap DK PBB periode 2007 – 2008 yang telah diselenggarakan di New York tanggal 15 Oktober 2006.

Dalam pemungutan suara Resolusi 1803 DK PBB tanggal 3 Maret 2008, Indonesia mempunyai posisi yang berbeda dengan 14 negara anggota DK lainnya. Indonesia melihat laporan Dirjen IAEA tanggal 22 Februari 2008 telah menunjukkan adanya perkembangan yang positif mengenai peningkatan kerjasama antara Iran dengan IAEA. Untuk itu, Indonesia memandang tidak tepat adanya resolusi yang menjatuhkan sanksi lebih luas terhadap Iran. Sanksi bukanlah pilihan terbaik dan Indonesia mendukung dilanjutkannya kerjasama antara Iran dengan IAEA tersebut.

Indonesia berpendapat perlunya menghindari upaya politisasi masalah nuklir Iran dan mengharapkan masalah ini diselesaikan dalam kerangka teknis di IAEA. Indonesia mengharapkan berlanjutnya komunikasi antara Indonesia dan Iran sehingga dapat memperoleh informasi yang lengkap untuk menentukan posisi yang tepat dan adil, terutama dalam masalah nuklir Iran.
Read More